Showing posts with label Motivation. Show all posts
Showing posts with label Motivation. Show all posts

Tuesday, May 1, 2012

Tugas berat seorang Ayah

7

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja di perantauan, yang ikut suaminya merantau d luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orangtuanya...akan sering merasa kangen sekali dengan mamanya. Lalu, bagaimana dengan papa?

Mungkin mama memang lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari! Tapi tahukah kamu, jika ternyata papa-lah yang mengingatkan mama untuk selalu meneloponmu?

Pada saat kamu masih kecil, papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah menganggapmu bisa, papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu. Tapi mama bilang, "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya!" Sebab, mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka. Tapi sadarkah kamu, bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan saksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, mama menatapmu iba. Tetapi, papa akan mengatakan dengan tegas, "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang!" Tahukah kamu, papa melakukan itu karena ia tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang harus selalu dapat dipenuhi?

Ketika kamu sudah beranjak remaja, kamu mulai menuntut pada papa untuk dapat izin keluar malam, dan papa bersikap tegas sambil mengatakan, "Tidak boleh!" Tahukah kamu, bahwa papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi papa, kamu adalah orang yang sangat luar biasa berharga.

Setelah itu kamu marah pada papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu. Dan yang datang mengetuk pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah mama. Tahukah kamu, bahwa saat itu papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya? Sebenarnya papa sangat ingin mengikuti keinginanmu. Tapi, lagi-lagi dia HARUS menjagamu.

Setelah lulus SMA, papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang dokter atau insinyur. Ketahuilah bahwa seluruh paksaan yang dilakukan papa itu semata-mata hanya karena ia memikirkan masa depanmu nanti. Tapi toh, papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginannya!

Ketika kamu menjadi gadis dewasa dan harus pergi kuliah di kota lain, papa harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasihat ini dan itu, sekaligus menyuruhmu untuk berhati-hati. Padahal papa ingin sekali menangis seperti mama dan memelukmu erat-erat.

Yang papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu sambil berkata, "Jaga dirimu baik-baik, ya, sayang." Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT... kuat untuk pergi dan menjadi dewasa!

Saat kamu diwisuda sebagai seorang sarjana, papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang.

Saat seorang teman lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada papa untuk mengambilmu darinya, papa akan sangat berhati-hati memberikan izin karena papa tahu bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti. Dan akhirnya.... Saat papa melihatmu duduk di panggung pelaminan bersama seorang lelaki yang dianggapnya pantas menggantikannya, papa pun tersenyum bangga. Apakah kamu tahu, di hari yang bahagia itu, papa pergi ke belakang panggung sebentar dan menangis? Papa menangis karena ia sangat berbahagia. Kemudian papa berdoa, "Ya Allah, tugasku telah selesai dengan baik. Putri kecilku yang lucu telah menjadi wanita yang cantik. Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."

Setelah itu, papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk. Dengan rambut yang telah dan semakin memutih, serta badan dan lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya. Papa telah menyelesaikan tugasnya...!

Teman-teman yang luar biasa,

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat. Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis, dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. Dan dia adalah orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal! Oleh karena itu, sama seperti mama atau ibu, kasihi/perhatikan/hargailah dia. Nyatakan atau lakukan pada hari ini juga, mumpung masih ada waktu!

Bagi kita sendiri, yang telah menjadi seorang papa atau ayah, mari menjadi papa/ayah yang LUAR BIASA bagi putra/putri kita.

Friday, December 23, 2011

Tentang Menilai Seseorang

0

Seorang dokter bergegas masuk ke dalam ruang operasi. Ayah dari anak yang akan dioperasi menghampirinya.

"Kenapa lama sekali Anda sampai ke sini? Apa Anda tidak tahu, nyawa anak saya terancam jika tidak segera di operasi!?" Labrak si ayah.

Dokter itu tersenyum, "Maaf, saya sedang tidak di rumah sakit ini tadi, tapi saya secepatnya ke sini setelah ditelepon petugas."
Kemudian ia langsung menuju ruang operasi. Setelah beberapa jam ia keluar dengan senyum mengembang di wajahnya.

"Keadaan anak Anda kini stabil." Lalu, tanpa menunggu jawaban sang ayah, dokter tersebut berkata, "Suster akan membantu Anda jika ada yang ingin ditanyakan." Kemudian, dokter tersebut segera berlalu.

"Kenapa dokter itu angkuh sekali? Dia kan sepatutnya memberikan penjelasan lebih detail mengenai keadaan anak saya!" Sang ayah berkata kesal pada suster di situ.

Sambil meneteskan air mata, suster itu menjawab, "Pak, anak dokter tersebut meninggal dalam kecelakaan kemarin sore. Ia sedang menguburkan anaknya saat kami meneleponnya untuk melakukan operasi pada anak anda. Sekarang anak Anda telah selamat, ia bisa kembali berkabung."

Jangan pernah terburu-buru menilai seseorang!

Sebaliknya. Maklumi tiap jiwa di sekeliling kita yang menyimpan cerita kehidupan tak terbayangkan di benak kita.

Αda air mata di balik setiap senyuman.
Αda kasih sayang di balik setiap amarah.
Αda pengorbanan di balik setiap ketidakpedulian.
Αda harapan di balik setiap kesakitan.
Αda kekecewaan di balik setiap derai tawa.

Semoga bermanfaat agar kita menjadi manusia dengan rasa maklum yang semakin luas dan bersyukur dengan apa yang telah diberikan Sang Maha Kuasa dalam hidup ini.

INGAT, kita bukan satu-satunya manusia dengan segudang masalah.

Tersenyumlah.
Senyum mampu membasuh setiap luka.

Maafkanlah.
Maaf mampu menyembuhkan semua rasa sakit.

Luar biasa!

Andie Wongso Team
 

Wellcome to "r0edy Corner"

Covering lastest news, rumours, result from all technology - software, movie, games, etc.

Admin